Rabu, 03 Oktober 2012

Bernegosiasilah Sekarang, Bukan di Ujung Kehidupan

Hidup ini seperti naik taksi. Argonya jalan terus, kita dikejar oleh waktu yang begitu cepat. pergantian masa dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan terasa begitu cepat. jika, disadari maka umur kita terus mangalami peningkatan angka. Namun jatah usia kita semakin berkurang. Karena itu, selama masih sehat, manusia masih bisa negosiasi tentang hal-hal apa saja yang akan didapatkan di akhirat nanti
Sudah siapkah kita bertemu dengan si pemutus segala kelezatan, yaitu maut.????
Tempat kita di akhirat nanti masih bisa dinegosiasikan saat masih di dunia ini, bukan ketika jasad telah berpisah dengan ruh. Cara mati yang bagaimana yang kita inginkan? Mau cara kasar atau lembut? Mau cara baik-baik atau aneh?
Negosiasi hanya bisa kita lakukan pada saat ini, dimana ada waktu, ada tenaga, dan ada pikiran yang masih dapat kita gunakan untuk beribadah kepada Allah. Jangan sampai, saat masih bisa berpikir kita tak pernah memanfaatkan waktu-waktu untuk kebaikan, sedangkan ketika maut di depan mata, kita baru berpikir tentang amal baik.
Sesekali berpikir dan merenunglah dari ujung kehidupan, bukan dari awal kehidupan. kita biasanya lebih sering berpikir tentang kehidupan dari bayi hingga menjadi dewasa, bahkan kemudian menjadi tua renta. Sejak sekolah, lalu menjadi sarjana, kemudian melamar kerja, lalu mempunyai posisi dan kedudukan, punya rumah, kendaraan, dihormati di masyarakat, kemudian di masa tua menjalani pensiun dengan tenang, sampai akhirnya meninggal dunia. Tapi jarang di antara kita berpikir terbalik, bagaimana bila sudah di masa tua dan bagaimana dia mengakhiri hidupnya? Karena, ketika seseorang mengetahui bahwa akhir kehidupannya seperti apa, maka ia akan mengetahui aktivitas apa yang semestinya dilakukan untuk masa depan yang teramat panjang, yaitu di kampung akhirat nanti. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar