| KKN_19 2011 |
ozi_21
Rabu, 23 November 2016
Senin, 18 Maret 2013
Be to do 100%
"First say to your self what your self what you would be and then do what you have to do"
"Pertama-tama katakan pada dirimu: engkau akan menjadi apa, kemudian lakukan apa yang harus kamu lakukan.
Pada akhirnya semua tergantung kepadamu!"
"Pertama-tama katakan pada dirimu: engkau akan menjadi apa, kemudian lakukan apa yang harus kamu lakukan.
Pada akhirnya semua tergantung kepadamu!"
Jumat, 08 Maret 2013
Renungan
hadapiilah orang mukmin dengan hatimu, dan hadapilah orang kafir dengan akhlakmu..
-ali ibn abu talib r.a
Minggu, 23 Desember 2012
EMPAT HAL SEBELUM TIDUR
Rasulullah berpesan kepada siti Aisyah ra.
“ Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu :
1. Sebelum khatam al-Quran
2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat
3. Sebelum para muslimin meridhai engkau
4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah “
Bertanya siti Aisyah :
“Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “
Rasul tersenyum dan bersabda :
1. “Jika engkau akan tidur , membacalah surat al –Ikhlas tiga kali
Seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran
” Bismillaahirrohmaan irrohiim,
‘Qulhuallaahu ahad’ Allaahushshamad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu kufuwan ahad’
Rasulullah berpesan kepada siti Aisyah ra.
“ Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu :
1. Sebelum khatam al-Quran
2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat
3. Sebelum para muslimin meridhai engkau
4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah “
Bertanya siti Aisyah :
“Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “
Rasul tersenyum dan bersabda :
1. “Jika engkau akan tidur , membacalah surat al –Ikhlas tiga kali
Seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran
” Bismillaahirrohmaan irrohiim,
‘Qulhuallaahu ahad’ Allaahushshamad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu kufuwan ahad’
( 3x ) “
2. "Membacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku" maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat “
“ Bismillaahirrahmaan irrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa Muhammad wa’alaa aalii Muhammad
2. "Membacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku" maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat “
“ Bismillaahirrahmaan irrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa Muhammad wa’alaa aalii Muhammad
( 3x)“
3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan meridhai engkau
“ Astaghfirullaahal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih ( 3x )
4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir” maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah
“ Bismillaahirrahmaan irrahiim, Subhanallaahi Walhamdulillaahi walaailaaha illallaahu allaahu akbar ( 3x )
( Tafsir Haqqi)
Wallahu a’lam bishawwab
3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan meridhai engkau
“ Astaghfirullaahal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih ( 3x )
4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir” maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah
“ Bismillaahirrahmaan irrahiim, Subhanallaahi Walhamdulillaahi walaailaaha illallaahu allaahu akbar ( 3x )
( Tafsir Haqqi)
Wallahu a’lam bishawwab
Sabtu, 22 Desember 2012
TIGA FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN
Imam, Ali r.a pernah berkata :
1. Jadilah manusia yang paling baik disisi Allah
2. Jadilah manusia yang paling buruk dalam pandangan dirimu
3. Jadilah manusia biasa dalam pandangan Orang lain
Syeh Abdul Qadir Jaelani berkata : “ Bila engkau bertemu dengan seseorang , hendaknya engkau memandang dia itu lebih utama daripada dirimu dan katakan dalam hatimu :
“Boleh jadi dia lebih baik disisi Allah daripada diriku ini dan lebih tinggi derajatnya.
Jika orang yang lebih kecil dan lebih muda umurnya daripada dirimu , maka katakanlah dalam hatimu : “ Boleh jadi orang kecil ini tidak banyak berbuat dosa kepada Allah, sedangkan aku adalah orang yang telah banyak berbuat dosa , maka tidak diragukan lagi kalau derajat dirinya jauh lebih baik daripada aku.”
Bila dia orang yang lebih tua , hendaknya engkau mengatakan dalam hati :”Orang ini telah lebih dahulu beribadah kepada Allah daripada diriku”.
Jika dia orang ‘Alim , maka katakan dalam hatimu :” Orang ini telah diberi oleh Allah sesuatu yang tidak bisa aku raih, telah mendapatkan apa yang tidak bisa aku dapatkan, telah mengetahui apa yang tidak aku ketahui, dan telah mengamalkan ilmunya”.
Bila dia Orang Bodoh, maka katakan dalam hatimu : Orang ini
durhaka kepada Allah karena kebodohannya, sedangkan aku durhaka kepada –NYA , padahal aku mengetahuinya. Aku tidak tahu dengan apa umurku akan Allah akhiri atau dengan apa umur orang bodoh itu akan Allah akhiri (apakah dengan husnul khaitimah atau Su’ul khatimah).
Bila dia orang kafir , maka katakan dalam hatimu : “Aku tidak tahu bisa jadi dia akan masuk islam, lalu menyudahi seluruh amalannya dengan amal shalih, dan bisa jadi aku terjerumus menjadi kafir, lalu menyudahi seluruh amalanku dengan amal yang buruk”. ( Nauzubillahi min zalik)
Dalam pandangan islam semua manusia itu sama, tidak dibeda-bedakan karena status sosial, harta, tahta, keturunan, atau latar belakang pendidikannya. Manusia yang paling mulia derajatnya disisi Allah adalah yang paling tinggi kadar ketakwaannya diantara mereka. Oleh karena itu sebagaian ulama berdoa dengan doa berikut :
“ YA ALLAH JADIKANLAH AKU ORANG YANG PANDAI BERSABAR DAN BERSYUKUR. JADIKANLAH AKU SEORANG YANG HINA MENURUT PANDANGAN DIRIKU SENDIRI DAN JADIKANLAH AKU ORANG YANG BESAR MENURUT PANDANGAN ORANG LAIN”
***
Ahli Bijak ketika ditanya : “ BAGAIMANA KEADAANMU? “ , Mereka menjawab :
1.Aku bersama Allah, yakni selalu melaksanakan perintah-Nya
2. Aku bersama nafsu, yakni selalu memeranginya.
3.Aku bersama dunia, yakni selalu mengambilnya sebatas yang kuperlukan.”
•* Imam Nawawi Al-Bantani “ Nashaihul Ibad
Imam, Ali r.a pernah berkata :
1. Jadilah manusia yang paling baik disisi Allah
2. Jadilah manusia yang paling buruk dalam pandangan dirimu
3. Jadilah manusia biasa dalam pandangan Orang lain
Syeh Abdul Qadir Jaelani berkata : “ Bila engkau bertemu dengan seseorang , hendaknya engkau memandang dia itu lebih utama daripada dirimu dan katakan dalam hatimu :
“Boleh jadi dia lebih baik disisi Allah daripada diriku ini dan lebih tinggi derajatnya.
Jika orang yang lebih kecil dan lebih muda umurnya daripada dirimu , maka katakanlah dalam hatimu : “ Boleh jadi orang kecil ini tidak banyak berbuat dosa kepada Allah, sedangkan aku adalah orang yang telah banyak berbuat dosa , maka tidak diragukan lagi kalau derajat dirinya jauh lebih baik daripada aku.”
Bila dia orang yang lebih tua , hendaknya engkau mengatakan dalam hati :”Orang ini telah lebih dahulu beribadah kepada Allah daripada diriku”.
Jika dia orang ‘Alim , maka katakan dalam hatimu :” Orang ini telah diberi oleh Allah sesuatu yang tidak bisa aku raih, telah mendapatkan apa yang tidak bisa aku dapatkan, telah mengetahui apa yang tidak aku ketahui, dan telah mengamalkan ilmunya”.
Bila dia Orang Bodoh, maka katakan dalam hatimu : Orang ini
durhaka kepada Allah karena kebodohannya, sedangkan aku durhaka kepada –NYA , padahal aku mengetahuinya. Aku tidak tahu dengan apa umurku akan Allah akhiri atau dengan apa umur orang bodoh itu akan Allah akhiri (apakah dengan husnul khaitimah atau Su’ul khatimah).
Bila dia orang kafir , maka katakan dalam hatimu : “Aku tidak tahu bisa jadi dia akan masuk islam, lalu menyudahi seluruh amalannya dengan amal shalih, dan bisa jadi aku terjerumus menjadi kafir, lalu menyudahi seluruh amalanku dengan amal yang buruk”. ( Nauzubillahi min zalik)
Dalam pandangan islam semua manusia itu sama, tidak dibeda-bedakan karena status sosial, harta, tahta, keturunan, atau latar belakang pendidikannya. Manusia yang paling mulia derajatnya disisi Allah adalah yang paling tinggi kadar ketakwaannya diantara mereka. Oleh karena itu sebagaian ulama berdoa dengan doa berikut :
“ YA ALLAH JADIKANLAH AKU ORANG YANG PANDAI BERSABAR DAN BERSYUKUR. JADIKANLAH AKU SEORANG YANG HINA MENURUT PANDANGAN DIRIKU SENDIRI DAN JADIKANLAH AKU ORANG YANG BESAR MENURUT PANDANGAN ORANG LAIN”
***
Ahli Bijak ketika ditanya : “ BAGAIMANA KEADAANMU? “ , Mereka menjawab :
1.Aku bersama Allah, yakni selalu melaksanakan perintah-Nya
2. Aku bersama nafsu, yakni selalu memeranginya.
3.Aku bersama dunia, yakni selalu mengambilnya sebatas yang kuperlukan.”
•* Imam Nawawi Al-Bantani “ Nashaihul Ibad
Rabu, 14 November 2012
Ungkapan Hati
Setelah aku renungi dengan datangnya tahun baru hijriyah 1434H ini jatah umur aku hidup di dunia semakin berkurang dan dosa-dosa makin bertumpuk kayak gunung belum sepenuh hati melaksnakan perintah-Nya, aku takut semua amal Ibadah yang aku lakukan tidak di terima- Nya. apalah artinya aku di gembleng di bulan suci Ramdhan yang penuh rahmat itu yang pada akhirnya aku tidak mendapatkan perubahan yang berarti selama 24 tahun aku hidup di dunia ini, dan pada akhirnya aku hanya berharap ampunan ya Allah yang tidak sepenuh hati melaksanakan segala perintah-Mu.
Setelah aku renungi dengan datangnya tahun baru hijriyah 1434H ini jatah umur aku hidup di dunia semakin berkurang dan dosa-dosa makin bertumpuk kayak gunung belum sepenuh hati melaksnakan perintah-Nya, aku takut semua amal Ibadah yang aku lakukan tidak di terima- Nya. apalah artinya aku di gembleng di bulan suci Ramdhan yang penuh rahmat itu yang pada akhirnya aku tidak mendapatkan perubahan yang berarti selama 24 tahun aku hidup di dunia ini, dan pada akhirnya aku hanya berharap ampunan ya Allah yang tidak sepenuh hati melaksanakan segala perintah-Mu.
Senin, 15 Oktober 2012
Belajar dari Lebah
Tentu kita sering melihat lebah, bukan? tapi, apakah kita pernah memperhatikan cara kerjanya sehingga menghasilkan madu yang bisa kita konsumsi sebagai obat. coba perhatikan apa yang dilakukan lebah sehingga manusia bisa mendapatkan 1 Kg madu darinya.
Menurut para ilmuwan, untuk memproduksi madu itu, lebah harus naik hampir 600.000 sampai 800.000 kali. Ia harus menghampiri jutaan bunga, menenpuh perjalanan dari 10 kali lipat bola bumi, menghadapi angin dan gelombang. pada saat produksi itu, tidak ada lebah yang dibiarkan menganggur. jika ada ynag menganggur, maka ia dijauhkan dari sarangnya. sebab, lebah penganggur akan mempersempit tempat dan juga menghabiskan madu. kemudian lebah yang rajin mengajari lebah yang malas. SubhanaAllah, betapa indah pelajaran dari kerja keraas koloni lebah ini.
Langganan:
Postingan (Atom)